Pelaku Seni Menjadi Incaran Penipuan Dengan Modus Kelebihan Transfer Dana Pementasan Kesenian

CILACAP || jatenggayengnews.com – Modus penipuan melalui media elektronik semakin merajalela, Akhir-akhir ini modus penipuan dengan cara mengirim resi SMS banking ke WhatsApp dengan nilai dilebihkan mulai marak lagi dan telah memakan banyak korban khususnya Para pemilik Usaha Seni Pertunjukan.

Modus Si penipu adalah mengirim laporan transfer ke pemilik usaha kesenian, pemilik Sanggar Sandiwara ketoprak, Seni wayang kulit dan lain sebagainya, Si penipu berupaya meyakinkan pemilik usaha seni bahwa dia akan menggunakan jasa keseniannya dan sudah dibayar lunas. Hanya saja, modus kelebihan nilai uang transfer itu minta dikembalikan ke rekening pemesan. Di sinilah modus penipuan itu diharapkan oleh si penipu, karena sesungguhnya tidak pernah melakukan transfer ke rekening pemilik usaha.

Hal ini dialami salah satunya, oleh (Kuswadi) Kepala Desa Karang Kemiri Kecamatan Jeruk Legi Kabupaten Cilacap yang sekaligus pemilik usaha Seni wayang kulit di Kabupaten Cilacap, yang seperti diakuinya, telah terjadi penipuan dengan modus Pemesanan pementasan kesenian wayang kulit dengan bukti transfer yang dikirimkan pelaku, namun ada nominal yang lebih dan harus di bagikan ke beberapa orang yang di sebutkan sebagai panitia acara, sehingga menyebabkan kerugian sebesar Rp. 163.000.000,- yang dialami korban.

” Awalnya pada Jum’at, 03 November 2023 sekitar pukul 17.00 wib, saya dihubungi melalui aplikasi WhatsApp oleh seseorang yang mengaku bernama Hermawan dari dinas PUPR yang pada intinya meminta saya untuk melakukan pentas wayang kulit pada Jum’at tanggal 10 November 2023 dalam rangka acara Sambut lepas pejabat Pertamina di kantor Pertamina,โ€ paparnya.

“Kemudian saya diminta nomer Rekening oleh si Pelaku, setelah saya memberikan nomer rekening, si pelaku ini mengirimkan saya bukti transfer sebesar Rp. 272.000.000,- dengan ketentuan harus mentransfer kelebihan nominal tertentu kepada beberapa orang yang disebutkan sebagai panitia acara yaitu (Tri Raharjo) untuk mentransferkan ke beberapa orang atas nama (M. Aditya Pratama) sebesar Rp. 17.000.000,- (Dian Anggraeni) sebesar Rp. 4.500.000,- (Andri) sebesar Rp. 63.000.000,- (Nuryadi) sebesar Rp. 65.000.000,- Namun setelah semua transfer pas saya cek lagi ternyata tidak ada dana yang masuk ke rekening saya,โ€ sambungnya.

Dari peristiwa ini Korban mengalami kerugian sebesar Rp. 163.000.000,- dan sudah melaporkan ke Polsek Jeruk Legi, selain Kuswadi menurut keterangan dari Ki Wartoyo Seorang Seniman Dalang Boyolali yang mendapatkan kabar dari beberapa teman seniman ada sekitar 5 sampai 6 orang pelaku seni yang menjadi korban penipuan serupa.

“Ya ada beberapa kawan seniman yang menghubungi saya atas kasus penipuan dengan modus kelebihan transfer dengan pengiriman bukti transfer sebagai bukti pemesanan pementasan kesenian, sekitar 5 sampai 6 Korban yang sudah menghubungi saya, dan nominalnya rata-rata ratusan juga. Saya menghimbau kepada teman-teman pelaku seni untuk lebih berhati – hati dan selalu waspada dengan modus-modus seperti ini, dan saya juga berharap pihak yang berwajib segera mengusut tuntas kasus ini agar tidak ada korban-korban baru lagi yang terkena penipuan seperti ini,โ€ tegasnya. (Aji)