Polri dan Kemenko PMK Gelar Penanaman Sepuluh Juta Pohon Serentak di Grobogan

GROBOGAN || jatenggayengnews.com – Penanaman sepuluh juta pohon bersama Polri dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) digelar secara serentak pada Rabu (15/11/2023).

Polres Grobogan Polda Jateng melaksanakan kegiatan tersebut di lahan milik Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan.

Penanaman pohon tersebut, dilaksanakan dalam rangka memelihara ekosistem lingkungan hidup dan mendukung program Pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional.

Dalam kegiatan tersebut, 10 ribu pohon alpukat dan kelengkeng juga ditanam secara serentak di lima desa yang berada pada empat kecamatan di wilayah Kabupaten Grobogan, Kelima Desa tersebut, yakni Desa Mojorebo Kecamatan Wirosari, Desa Kalangbancar dan Desa Geyer Kecamatan Geyer, Desa Tegalsumur Kecamatan Brati dan Desa Banjarejo Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan yang masing-masing mendapatkan 2ribu pohon.

Penanaman pohon itu sendiri, dipimpin langsung oleh Kapolres Grobogan Polda Jateng AKBP Dedy Anung Kurniawan dengan dihadiri para pejabat utama Polres Grobogan serta Forkopimda Grobogan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Kapolres Grobogan Polda Jateng berharap, melalui penanaman pohon tersebut kedepan akan dapat dinikmati hasilnya.

‘’Dan mudah-mudahan melalui kegiatan penanaman pohon ini, sinergitas ini bisa membuat kami menjadi lebih kompak lagi terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Grobogan,’’ harap Kapolres Grobogan Polda Jateng.

AKBP Dedy Anung Kurniawan mengatakan, setelah kegiatan penanaman serentak, pohon tersebut juga terus dilakukan perawatan.

‘’Bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, kami akan terus melakukan perawatan pohon ini sehingga kedepannya akan bermanfaat,’’ kata AKBP Dedy Anung Kurniawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Sunanto mengungkapkan, kegiatan penanaman pohon ini juga dilakukan untuk mendukung program kampung buah.

‘’Tujuan yang pertama tentunya untuk rehabilitasi lahan karena berbagai lahan sudah mengalami degradasi. Kemudian, juga sebagai kampung buah, sehingga lokasi penanaman tersebut dapat menghasilkan buah yang dapat mengangkat perekonomian masyarakat,’’ pungkas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan.