Kisah Inspiratif Briptu Wachid Asrori Hidayat, Polisi Yang Nyambi Jadi Petani

GROBOGAN || jatenggayengnews.com – Ada yang berbeda dengan salah satu polisi di Grobogan ini. Saat yang lain berinvestasi dengan membeli rumah, perhiasan, kendaraan pribadi atau membuka usaha yang modern, pasangan polisi ini lebih memilih untuk mengembangkan pertanian.

Ia adalah Briptu Wachid Asrori Hidayat dan Brigadir Mega. Mereka ini, bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Pasalnya, meskipun mereka sudah mempunyai pekerjaan tetap sebagai polisi, namun keduanya tak sungkan untuk bertani.

Disela-sela kesibukannya sebagai anggota Polisi di Polres Grobogan, pasangan suami istri ini memilih mengisi waktu seusai berdinas untuk mengolah lahan pertanian yang dimiliknya.

Lewat tangan dinginnya, polisi yang baru saja selesai menempuh pendidikan S2 itu mampu mendapatkan hasil yang cukup menggiurkan dengan bertani bawang merah di lahan seluas setengah hektar yang berada di Desa Pengkol Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan.

Briptu Wachid mengatakan, lahan yang saat ini ditanami bawang merah tersebut dibeli dari tabungan mereka sejak awal menikah.

“Memilih untuk mengalokasikan penghasilan yang kita miliki dan kita kumpulkan untuk membeli sawah. Tujuannya untuk masa depan kami. Lahan setengah hektar yang kita beli ini, kita tanami bawang merah,” kata Briptu Wachid, Senin (02/10/2023).

Keputusan untuk menanam bawang merah tersebut, diambil Briptu Wachid lantaran menurutnya tanah tersebut cocok ditanami bawang merah.

“Di Kecamatan Penawangan ini yang paling banyak hasil pertaniannya itu lebih ke bawang merah. Beberapa lagi ada gabah, semangka, dan melon. Tetapi yang paling banyak itu bawang merah, karena ya mungkin perawatannya lebih mudah,” ungkap pria yang kesehariannya bekerja di bagian Humas Polres Grobogan tersebut.

Pria yang saat ini mempunyai seorang anak laki-laki ini, memang sudah kenal pertanian sejak kecil. Pasalnya, Briptu Wachid ini berasal dari keluarga petani.

“Orang tua petani. Sejak kecil memang cita-citanya jadi polisi. Kemudian, setelah jadi polisi hingga menika, kita tetap berpikir untuk masa depan, maka kami menabung dan hasilnya buat beli sawah. Belajar bertani dari bapak saya,” ujar Briptu Wachid.

Pasangan polisi tersebut, memang saling mendukung dan bersama-sama bekerja keras agar bawang merah yang mereka tanam itu menghasilkan panen yang melimpah. Bahkan, tak jarang sepulang bekerja, mereka langsung turun ke sawah.

“Pulang kerja, istirahat sebentar, kemudian ke sawah. Kadang kalau pupuknya habis, saya dan istri yang beli sendiri ke toko pupuk. Kita tidak pakai pupuk subsidi, tetapi pakainya nonsubsidi,” jelas Briptu Wachid.

Briptu Wachid mengungkapkan, untuk membeli bibit bawang merah, rata-rata mengeluarkan modal awal sekitar Rp30 juta.

“Modal awal Rp30 jutaan untuk beli bibit bawang merah. Pas panen, kalau harga tinggi, laba kotor yang diterima sekitar Rp120 jutaan. Tetapi kalau harga bawang merah rendah di pasaran, masih bisa tetap balik modal,” ujar Briptu Wachid.

Berbagai kendala yang dihadapi Briptu Wachid, salah satunya yakni hama tanaman. Biasanya, yang menyerang adalah hama ulat dan jamur.

“Karena saya berdinas, jadi tidak bisa dipastikan waktunya untuk turun ke sawah jam berapa, maka untuk membersihkan hama saya mempekerjakan orang untuk menyemprot hama-hama ini. Kendala yang lain itu saat musim kemarau, tidak ada air dan kita terpaksa beli air di sumur orang dengan harga per jam Rp50 ribu untuk tiga hari setiap 5 jam,” ujar Briptu Wachid.

Sementara itu, istri Briptu Wachid yakni Brigadir Mega yang kesehariannya bekerja di bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) Polres Grobogan mengungkapkan, dirinya turut mendukung apa yang dilakukan suaminya tersebut, termasuk saat memilih untuk bertani bawang merah.

“Tidak seperti lainnya, kita justru memilih untuk bertani bawang merah dan saya mendukung ide suami saya tersebut. Alhamdulilah, sampai sekarang berjalan lancar dan semoga ke depannya lebih baik,” kata Brigadir Mega.

“Doa saya, ketika nanti sudah berkembang dengan baik, bisa menjadi berkah bagi keluarga, orang lain dan juga tentunya sektor pertanian terus berkembang lebih baik lagi,” pungkas Brigadir Mega.