Mubeng Kebumen, Bupati Gelar Dialog di Rumah-Rumah Warga

KEBUMEN || jatenggayengnews.com – Program Mubeng Kebumen yang digagas Bupati Arif Sugiyanto masih terus berlanjut dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat. Jika biasanya diadakan di tempat terbuka, kali ini lebih fokus di rumah-rumah warga.

Seperti pada acara Mubeng Kebumen yang berlangsung di kediaman salah seorang warga bernama Kiai Mufti di Dukuh Pesucen, Desa Wonosari, Kecamatan Kebumen pada Jumat malam 7 Oktober 2023. Ini adalah acara Mubeng Kebumen yang sudah berlangsung ke-14 kalinya.

Bupati mengatakan, dirinya lebih cocok acara Mubeng Kebumen diadakan di rumah-rumah warga. Selain lebih fokus, kegiatan yang diadakan di rumah juga lebih santai, sekaligus agar lebih mendekatkan diri lagi dengan rakyatnya.

“Baiknya memang diadakan di rumah warga, sambil lesehan kita ngobrol-ngobrol santai, mendiskusikan tentang kebaikan dan kemajuan Kebumen. Jadi saya kira di sini lebih rilek, tidak ada jarak antara pejabat dengan rakyatnya, pembicaraannya juga lebih fokus,” ujar Bupati.

Beberapa yang disampaikan warga di antaranya menyangkut penguatan UMKM, infastruktur jalan, banjir di musim hujan dan juga bantuan sosial yang kerap kali dianggap tidak tepat sasaran. Kemudian ada juga mengenai sumbangan di dunia pendidikan yang dikelola Komite Sekolah.

“Banyak hal yang dibicarakan. Contoh mengenai infrastruktur, masyarakat masih banyak yang belum tahu tentang status jalan. Ada jalan desa, jalan kabupaten, provinsi, dan jalan nasional. Ketika ada yang rusak, kita jelaskan ini menjadi kewenangan siapa,” ujar Bupati.

Demikian juga menyangkut sumbangan pendidikan dari Komite Sekolah. Menurut Bupati hal itu dibenarkan sesuai Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Tentunya sesuai dengan tata aturan yang ada. Bupati sendiri telah mengeluarkan SE terkait aturan sumbangan di sekolah. Misalnya tidak boleh menarik siswa dari keluarga tidak mampu.

“Yang namanya sumbangan itu kan sukarela, tidak boleh sampai memberatkan, dan ini peruntukannya untuk penguatan pendidikan di sekolah seperti ekstrakulikuler. Karena kalau hanya mengandalkan dana BOS itu tidak cukup,” terang Bupati.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan beberapa program pemerintah yang kerap kali mendapat sorotan masyarakat. Seperti pemberlakuan jalan satu arah, perubahan nama jalan, pembangunan alun-alun, pemindahan pasar pagi, dan pemberian nama Kebumen Semarak, serta event Kebumen International Expo

Selain itu juga disampaikan mengenai program beasiswa santri yang sudah mencapai 1000 lebih, lalu ada bantuan untuk guru-guru ngaji TPQ, bantuan untuk ormas, karangtaruna, korban bencana, serta bantuan untuk tempat ibadah, serta masih banyak yang lainnya.