Etika Profesi Kenotarisan

jatenggayengnews.com – Notaris adalah pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta otentik, Notaris diharapkan mempunyai integritas, kapasitas intelektual, mempunyai ilmu yang tinggi (ahli dibidangnya), Notaris sebagai pengemban jabatan luhur berkewajiban untuk selalu menjaga kehormatan diri dan jabatannya serta menjaga harkat dan martabat diri dan jabatannya. (10/10/23).

Dengan demikian Notaris dalam membuat akta otentik yang dibuat oleh/atau di hadapan Notaris, bukan saja karena diharuskan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga karena dikehendaki oleh pihak yang berkepentingan untuk memastikan hak dan kewajiban para pihak demi kepastian, ketertiban, dan perlindungan hukum bagi pihak yang berkepentingan sekaligus bagi masyarakat secara keseluruhan.

Tugas Notaris yaitu untuk mengatur secara tertulis dan otentik hubungan hukum antara para pihak yang telah melakukan perjanjian secara mufakat menggunakan jasa notaris, yang pada intinya memberikan kepastian hukum terhadap perjanjian yang telah disepakatinya yang merupakan jabatan bebas dari pengaruh tekanan apapun. Hal ini bahwa akta notaris mempunyai kekuatan “eksekutorial” yang profesinya bertindak sebagai pelayan masyarakat sebagai pejabat yang diangkat oleh pemerintah.

Tugas profesi dibutuhkan tanggungjawab dari masing-masing individu yang timbul karena beberapa hal yaitu, Karena tanggungjawab mendapat suatu kepercayaan, amanah dan menanggung segala sesuatu yang telah/atau sudah terjadi dan dialami. Notaris merupakan profesi yang mempunyai karakteristik seperti hakim, jaksa, advokat dan arbiter. profesi tersebut membutuhkan keahlian khusus sebagai syarat untuk menjadi seorang yang profesional.

Notaris dalam melaksanakan tugasnya mempunyai kode etik profesi. Karena Notaris merupakan profesi yang terhormat yang memerlukan integritas serta kualifikasi tersendiri, adapun kriteria untuk menjadi Notaris yaitu, Berkewarganegaran Indonesia, Telah mencapai umur 25 Tahun, Membuktikan kelakuan baik sekurang-kurangnya dalam 4 tahun terakhir, yang dinyatakan dengan suatu keterangan yang diberikan oleh kepala pemerintah setempat, yang selama itu mempunyai tempat tinggal yang tetap, Telah lulus dengan baik.

Oleh karenanya seorang notaris dalam menjalankan profesinya, tidak sekedar dibatasi oleh norma-norma hukum atau norma kesusilaan yang berlaku secara umum, tetapi juga harus patuh terhadap ketentuan etika profesi, yang diatur dalam kode etik profesi.

Notaris Sebagai Profesi memiliki unsur sebagai berikut: a. Mempunyai integritas moral
b. Harus jujur terhadap klien maupun diri sendiri.
c. Sadar akan batas-batas kewenangannya.
d. Tidak semata-mata berdasarkan uang.
Sedangkan dalam Kode etik Notaris telah ditetapkan beberapa kaidah yang harus dipegang teguh oleh notaris, diantaranya:
A. Kepribadian notaris
B. Dalam menjalankan tugas
C. Hubungan notaris dengan klien
D. Notaris dengan sesama rekan notaris

Kewenangan Notaris diantaranya, Membuat akta autentik terhadap suatu perbuatan hukum, Membukukan surat dibawah tangan dengan mendaftar dalam buku khusus, Melakukan pengesahan kecocokan fotokopi dengan surat aslinya.

Larangan-larangan dan ketentuan-ketentuan tentang Perilaku Notaris dalam menjalankan jabatannya yaitu, Melakukan cara menahan dokumen-dokumen yang telah diserahkan dan/atau melakukan tekanan psikologis dengan maksud agar klien tersebut tetap membuat akta padanya. Adapun sanksi Notaris yaitu, Teguran, Peringatan, Pemberhentian sementara dari keanggotaan perkumpulan.

Agar notaris dapat memberikan pelayanan jasa secara maksimal serta menghasilkan “produk” harus memiliki nilai dan bobot yang handal, maka notaris harus menjalankan kewajiban dan menghindari larangan-larangan dalam jabatannya.

Pada kesimpulan tersebut bahwa notaris dalam menjalankan profesinya harus berpegang teguh diantara lainnya, Menghormati dan menjunjung tinggi harkat dan martabat Jabatan Notaris. Menjaga dan membela kehormatan Perkumpulan. Bersikap jujur, independen, tidak memihak, dapat dipercaya, dan penuh tanggung jawab berdasarkan peraturan perundang-undangan dan isi sumpah jabatan notaris.