Pendidikan Anti Korupsi Membangun Generasi Pemimpin Integritas

jatenggayengnews.com – Pendidikan anti korupsi adalah investasi jangka panjang dalam masa depan yang bebas korupsi. Dengan mengajarkan nilai-nilai integritas dan kesadaran tentang dampak buruk korupsi, kita dapat membentuk generasi yang kuat dan siap untuk mengatasi masalah korupsi dan dapat menjelaskan pemimpin integritas, bagaimana menjadi pemimpin integritas serta memberikan pengertian mengapa pendidikan anti korupsi sangat penting bagi mahasiswa serta masyarakat luas dan memberikan beberapa contoh strategi yang dapat digunakan dalam membangun pendidikan anti korupsi yang efektif. (14/10/23)

Pendidikan anti korupsi memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pemimpin yang berintegritas. Pemimpin yang berintegritas adalah mereka yang memegang teguh nilai-nilai kejujuran, transparansi, dan etika dalam kepemimpinan mereka. Oleh karena itu, pendidikan anti korupsi merupakan investasi penting dalam menciptakan pemimpin-pemimpin masa depan yang akan memimpin dengan integritas, kejujuran, dan tanggung jawab terhadap masyarakat dan negara.

Korupsi adalah istilah yang berasal dari bahasa Latin, “corruptio” dari kata kerja “corrumpere”, yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok, mencuri, maling. menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan, organisasi, yayasan, dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain.

Berdasarkan tindak pidana korupsi yang dikategorikan menjadi tujuh jenis, yakni kerugian keuangan negara, penyuapan, pemerasan, penggelapan dalam jabatan, kecurangan, benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa, serta gratifikasi.

Adapun Pendidikan antikorupsi adalah usaha sadar untuk memberikan pemahaman dan pencegahan terjadinya perbuatan korupsi yang dilakukan melalui pendidikan formal di sekolah, pendidikan informal di lingkungan keluarga, serta pendidikan nonformal di masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa pencegahan korupsi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tugas bersama masyarakat, terutama melalui pendidikan anti korupsi.

Definisi pemimpin yang integritas merupakan sikap kepemimpinan yang paling penting dalam masyarakat karena setiap kata dan perbuatannya selaras, tidak ada perbuatan yang mencederai perkataannya sedangkan Pemimpin yang berintegritas bersikap tulus dan tindakan mereka sesuai dengan perkataannya. Satu perbuatan nyata yang mencerminkan integritas akan meninggalkan kesan, namun perilaku seorang pemimpin haruslah konsisten jika ia ingin berhasil membentuk suatu organisasi.

Pendidikan yang dinilai sangat penting bagi mahasiswa/generasi muda adalah pendidikan anti korupsi. Pendidikan anti korupsi ditujukan agar mahasiswa dapat mengetahui dengan jelas permasalahan korupsi yang sedang terjadi dan usaha untuk mencegahnya.

“beberapa nilai penting yang perlu ditanamkan kepada peserta didik terkait pendidikan antikorupsi adalah nilai kejujuran, keikhlasan, disiplin, tanggung jawab, empati, dan lain sebagainya. “Ada beberapa strategi yang saya usulkan dalam menanamkan pendidikan anti korupsi yang terintegrasi dalam pendidikan sekolah dan madrasah,” tegas Menag.

melalui insersi atau penyisipan menjadi visi bersama terutama para pendidik untuk menginternalisasikan nilai-nilai mulia di atas kepada para peserta didik. “Menanamkan kejujuran harus masuk dalam semua aspek. Bisa dimulai dengan memberikan dorongan kepada peserta didik agar senantiasa jujur ketika mengerjakan ulangan, sportif terhadap kawan-kompetitornya, berdisiplin dalam masuk kelas maupun mengerjakan tugas, dan lain sebagainya,” imbuh Gus Menteri.

Pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan agama adalah mata pelajaran yang paling relevan untuk menyampaikan pendidikan nilai, meski tidak tertutup kemungkinan mapel lainnya. Dalam pendidikan agama, nilai-nilai anti korupsi tersebut diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Al-Quran, Hadis, Akhlak, dan Fiqh, tanpa harus menyebut pendidikan antikorupsi.

“Dua kegiatan utama tersebut, betul-betul membekali peserta didik ilmu metode pembelajaran. KPK perlu untuk terlibat dalam beberapa aktifitas tersebut, sekadar menitipkan pentingnya pendidikan antikorupsi,” imbuh Menag.

“Saya berpandangan, jika KPK memiliki alokasi dana yang cukup, sebaiknya direlokasi dengan membangun kemitraan dengan kementerian penyelenggara pendidikan dan memantau atau memastikan bahwa substansi nilai-nilai antikorupsi sudah ditanamkan melalui kurikulum yang ada tanpa menambahkan pokok bahasan baru,” ujarnya.”Begitu juga dengan memberi apresiasi kepada para guru yang mengimplementasikan secara konsisten nilai-nilai mulia tersebut,” tutup Menag.