Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Anggota DPRD Sulsel, Proses Hukum Masih ‘Buram’

LUWU UTARA || JATENGGAYENGNEWS.com-Proses hukum dugaan tindak penganiayaan yang dilakukan oknum anggota DPRD Sulsel inisial MJN terkesan lamban di polres Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Sejak laporan polisi dilayangkan pada 31 januari 2024 lalu hingga saat ini polisi belum menetapkan status tersangka, sehingga menjadi tanda tanya besar dibenak publik.

Kanit Reskrim Polres Luwu Utara Aiptu Agus Salim mengatakan bahwa proses hukum masih berjalan dan sudah naik status sidik.

“Kami sudah melakukan serangkaian proses mulai penyelidikan dan saat ini sudah tahap sidik.” ujarnya, Senin (10/06/2024).

“Agenda hari ini sebenarnya memeriksa saksi saksi dari pihak korban tapi setelah dikonfirmasi mereka berhalangan, jadi kita kembali agendakan besok.” ucapnya.

lebih lanjut kata dia, untuk menentukan status tersangka tergantung keterangan para saksi saksi ini dan jika memenuhi unsur baru bisa menetapkan tersangka.

mengenai perkembangan kasus itu Kanitres mengatakan SP2HP tersebut diserahkan kepada pelapor minggu lalu,

“SP2HP sudah ada diserahkan minggu lalu waktu naik proses sidik langsung dikasih itu.” tandasnya.

Menurut Kuasa hukum Korban Agus Melas, penanganan kasus tersebut dinilai lamban, padahal jika ditelisik kasus ini telah memenuhi unsur yang dibutuhkan untuk penetapan tersangka,

“Kalo menurut kami ini agak lama kenapa belum ada peningkatan status MJN sebagai TSK padahal ini kasus tergolong perkara mudah karna sudah ada visum, ada korban & pengakuan korban saya pikir sudah terpenuhi 2 alat bukti untuk menetapkan terlapor sebagai TSK.” tegasnya.

Sekedar diketahui, selain laporan penganiayaan, pihak korban Hamdan Ikrom juga melakukan pelaporan lain terkait dugaan perampasan mobil oleh oknum tersebut di Polres Luwu Utara.

Kuasa hukum korban berharap polisi segera menuntaskan kasus ini dan memberikan kepastian hukum kepada korban karena hal ini sudah menjadi perhatian publik. ( Din/red )