Viral! Pembangunan Jalan Sumur-Tamanjaya Diduga Menelan Anggaran Puluhan Miliar, Minim Kualitas Dan Perencanaan

Nasional21 Dilihat

PANDEGLANG || JATENGGAYENGNEWS.com– Baru-baru ini Pembangunan ruas jalan Sumur-Tamanjaya Kabupaten Pandeglang viral dengan cerita-cerita yang kompleks, baik di media sosial ataupun gerakan-gerakan para pegiat sosial yang peduli akan program pemerintah. Penyebabnya, pekerjaan pembangunan ruas jalan Sumur-Tamanjaya yang menelan anggaran puluhan miliar namun diduga minim kualitas dan perencanaan.

Hal itu diketahui awak media juga berdasarkan keluhan warga Kecamatan Sumur, Salah satunya Agus.

“Ya berbicara soal pembangunan ruas jalan Sumur Tamanjaya itu bisa ditinjau langsung oleh warga yang lain atau para aktivis dan pegiat sosial yang peduli akan pembangunan, silahkan lihat dan sentuh pembangunannya, jadi nanti bukan hanya kata saya tetapi fakta dan data yang terjadi dilapangan langsung,” ujar Agus Hidayat kepada awak media, diamini sejumlah warga lainnya.

“Diduga minim kualitas pembangunan TPT yang ada, bahkan sudah retak-retak dan ada juga yang patah, dan menurut saya wajar karena kualitasnya juga diduga kurang bagus. Pelaksana menurut saya harus lebih mengedepankan kualitas juga, karena khawatir dampaknya. Coba bayangkan jika ambrol nanti ketika dilalui warga yang berkendara lalu terjadi kecelakaan, siapa yang akan bertanggung jawab?” tanya Agus dengan nada kesal.

Pria yang juga pegiat sosial sekaligus Ketua Aktivis Selatan Indonesia (AKSI) ini menyayangkan kinerja konsultan pada pembangunan ruas jalan Sumur- Tamanjaya tersebut.

“Kenapa tidak dipikirkan atau diperhitungkan lebih matang lagi dalam perencanaannya. Ada TPT yang tinggi dan diurug oleh tanah agar jadi badan jalan tetapi TPTnya tidak menggunakan slof besi atas untuk penguat, dengan kualitas bahan material yang bagus juga khawatirnya ambrol jika tidak memakai besi, apa lagi kalau kualitas TPTnya asal-asalan, konsultan pengawas juga saya minta jangan tutup mata, harus tegas,” tegasnya.

Atas masalah ini, Agus meminta Kepala Dinas dan Konsultan PUPR meninjau langsung ke lokasi, mumpung proyek pembangunan masih berjalan dan dananya belum dicairkan. (Din/red)